Education

Real-World Asset (RWA) Adalah? Jenis, Contoh, dan Risikonya

BANNER-ARTIKEL-8

Kalau Anda mengikuti berita kripto belakangan ini, istilah RWA hampir pasti pernah lewat. Manajer investasi dan bank global meluncurkan reksa dana dalam bentuk token, bursa kripto menjual saham Amerika dalam bentuk token, dan OJK sedang menyiapkan aturan khusus untuk aset yang ditokenisasi. Ketiga kabar itu menyangkut hal yang sama. Real-world asset (RWA) adalah aset yang nilainya berasal dari luar blockchain, seperti surat utang pemerintah, emas, saham, pinjaman, atau properti, yang hak atasnya dicatat dalam bentuk token di blockchain

Artikel Tokenisasi Adalah? Cara Aset Nyata Pindah ke Blockchain sudah membahas prosesnya. Artikel ini membahas asetnya: seberapa besar pasar RWA sekarang, apa saja jenisnya, apakah stablecoin ikut dihitung, dan bagaimana menilai sebuah token RWA sebelum Anda memercayainya.

Apa Itu Real-World Asset (RWA)?

RWA adalah aset dunia nyata yang direpresentasikan di blockchain. Platform data RWA.xyz mendefinisikan aset yang ditokenisasi sebagai token di blockchain yang mewakili aset di luar blockchain, misalnya instrumen keuangan, komoditas, dan mata uang fiat. Istilah RWA paling sering dipakai di industri kripto untuk membedakan aset jenis ini dari aset kripto native seperti Bitcoin, yang nilainya terbentuk dari permintaan pasar dan jaringannya sendiri.

Dalam percakapan sehari-hari, kata RWA dipakai untuk dua hal: asetnya (emas, obligasi, gedung) dan tokennya. Di artikel ini, “RWA” merujuk ke aset dunia nyatanya, sedangkan “token RWA” merujuk ke token yang mewakilinya.

Bayangkan token RWA seperti kunci loker. Kuncinya Anda pegang dan bisa Anda serahkan ke orang lain, tetapi nilainya ada pada isi loker. Kunci itu hanya berguna selama dua syarat terpenuhi: lokernya benar-benar berisi, dan pengelola loker mau membukakannya saat Anda datang. Pada token RWA, isi loker adalah asetnya, sedangkan pengelola loker adalah penerbit dan kustodian. Jadi menilai token RWA selalu berarti menilai dua hal: asetnya dan pihak yang menjaganya.

Seberapa Besar Pasar RWA?

Angka pasar RWA biasanya disajikan dalam dua kelompok. Sejak November 2025, RWA.xyz membagi aset yang ditokenisasi menjadi:

  • Distributed asset. Token yang bisa dipindahkan ke wallet di luar platform penerbit dan ditransfer antar-wallet, termasuk token yang hanya boleh dipegang wallet terverifikasi (whitelist). Blockchain di sini berfungsi sebagai jalur distribusi ke investor.
  • Represented asset. Token yang tidak bisa dipindahkan ke luar platform penerbit atau ditransfer antar-wallet. Blockchain di sini lebih berfungsi sebagai sistem pencatatan dan rekonsiliasi bagi lembaga keuangan.

Contoh represented yang paling besar adalah Figure HELOC Token, pinjaman berjaminan rumah yang dicatat di blockchain Provenance dengan nilai sekitar 23,8 miliar Dolar AS. Menurut RWA.xyz, Figure menjalankan pinjaman yang ditokenisasi ini di dalam marketplace pinjamannya sendiri, sehingga tokennya tidak beredar bebas ke investor.

Per 14 Oktober 2026, RWA.xyz mencatat nilai RWA distributed sekitar 39,11 miliar Dolar AS dengan sekitar 5,23 juta pemegang. Nilai represented jauh lebih besar, sekitar 357,69 miliar Dolar AS. Karena token represented tidak beredar ke investor on-chain, angka ini lebih menggambarkan seberapa banyak lembaga memakai blockchain untuk pencatatan, bukan seberapa banyak aset yang bisa diakses investor. Bagi Anda sebagai pengguna, angka distributed lebih relevan.

Kelas asetNilai distributedNilai representedJumlah pemegang
Surat utang pemerintah AS dan reksa dana pasar uang14,91 miliar Dolar AS89,27 juta Dolar AS±86 ribu
Kredit8,08 miliar Dolar AS37,71 miliar Dolar AS±199 ribu
Komoditas5,24 miliar Dolar AS3,23 miliar Dolar AS±450 ribu
Saham dan ETF3,28 miliar Dolar AS24,60 juta Dolar AS±4,38 juta
Properti226,56 juta Dolar AS1,34 miliar Dolar AS±19 ribu

Sumber: RWA.xyz, data per 13 dan 14 Oktober 2026.

Beberapa pola terlihat jelas dari tabel ini:

  • Nilai terbesar ada di aset yang paling “membosankan”. Surat utang pemerintah AS dan reksa dana pasar uang menguasai sekitar 38% nilai RWA distributed.
  • Pemegang terbanyak ada di token saham. Nilainya jauh di bawah surat utang, tetapi jumlah pemegangnya berkali-kali lipat kelas lain.
  • Properti masih sangat kecil. Properti paling sering dijadikan contoh tokenisasi, tetapi nilai distributed-nya belum sampai 1% dari total.

Dari sisi jaringan, Ethereum menampung RWA distributed terbesar, sekitar 17,0 miliar Dolar AS, disusul BNB Chain sekitar 5,8 miliar Dolar AS dan Solana sekitar 4,4 miliar Dolar AS. Angka-angka ini berubah setiap hari dan mengikuti metodologi satu platform. Platform data lain bisa menunjukkan angka berbeda, jadi cek sumber aslinya sebelum mengutip.

Jenis-Jenis RWA dan Karakternya

RWA.xyz mengelompokkan aset yang ditokenisasi ke beberapa kelas, antara lain surat utang pemerintah AS, surat utang pemerintah negara lain, kredit, saham, private equity dan venture capital, strategi aktif, komoditas, serta properti. Lima kelas berikut paling sering dibahas, dan karakternya cukup berbeda satu sama lain.

1. Surat Utang Pemerintah dan Reksa Dana Pasar Uang

Sebagian besar produk di kelas ini adalah reksa dana atau surat utang berbentuk token yang berinvestasi di surat utang pemerintah AS jangka pendek. Sumber nilainya adalah bunga, jadi imbal hasilnya mengikuti suku bunga jangka pendek di AS.

Contohnya Ondo U.S. Dollar Yield (USDY). USDY adalah surat utang (note) berbentuk token yang diterbitkan Ondo USDY LLC dan dijamin portofolio surat utang pemerintah AS jangka pendek serta simpanan bank. Asetnya dipegang oleh collateral agent, dan produknya hanya ditujukan untuk investor di luar AS. Harganya tidak dipatok di 1 Dolar AS karena hasil bunganya diakumulasikan ke dalam nilai token.

Bandingkan USDY dengan BUIDL milik BlackRock, yang dibahas di artikel tokenisasi. Keduanya bersandar pada surat utang pemerintah AS, tetapi bentuk hukumnya berbeda. Pemegang BUIDL memegang unit reksa dana, sementara pemegang USDY memegang klaim utang terhadap entitas penerbitnya. Aset yang mirip belum tentu memberi hak yang sama.

Jumlah pemegang di kelas ini relatif sedikit, sekitar 86 ribu. Angka ini sejalan dengan banyaknya produk yang hanya terbuka untuk investor institusi atau investor yang memenuhi kualifikasi tertentu.

2. Kredit dan Pinjaman

RWA.xyz memasukkan semua utang non-pemerintah ke kelas kredit: pinjaman swasta (private credit), pinjaman on-chain, obligasi korporasi, sampai kredit terstruktur. Sumber nilainya adalah bunga yang dibayar peminjam.

Contohnya syrupUSDC dari Maple, yang nilainya sekitar 1 miliar Dolar AS. Pengguna menyetor USDC dan menerima syrupUSDC, token yang mewakili bagian mereka atas kumpulan pinjaman ke peminjam institusi. Menurut dokumentasi Maple, pinjamannya berbunga tetap dan overcollateralized, dan peminjamnya wajib lolos KYC/AML serta proses penilaian kredit. Dokumentasi yang sama menegaskan bahwa tidak ada pihak ketiga yang menjamin kinerja pinjaman tersebut.

Di kelas ini, imbal hasil selalu datang bersama risiko gagal bayar. Jaminan yang nilainya melebihi pinjaman memang mengurangi risiko itu, tetapi tidak menghapusnya.

3. Komoditas, Didominasi Emas

Lebih dari 90% nilai distributed kelas komoditas berasal dari dua token emas: Tether Gold (XAUT) sekitar 3,02 miliar Dolar AS dan PAX Gold (PAXG) sekitar 1,82 miliar Dolar AS.

Setiap token XAUT mewakili satu troy ounce emas murni, sekitar 31,1 gram, dari batangan standar London Good Delivery yang disimpan di Swiss. Penerbitnya adalah TG Commodities, bagian dari grup Tether yang berbasis di El Salvador. Laporan attestation per 30 Juni 2026 mencatat cadangan sekitar 707.747 troy ounce, atau kira-kira 22 ton emas.

Token emas bisa dipecah sampai satuan sangat kecil, tetapi penukarannya ke emas fisik tidak bisa dipecah. Penukaran langsung ke penerbit mensyaratkan verifikasi identitas dan dilakukan dalam satuan batangan utuh, yang beratnya sekitar 400 troy ounce. Pemegang token dalam jumlah kecil praktis hanya bisa keluar dengan menjual tokennya di pasar.

4. Saham dan ETF

Dari sisi jumlah pemegang, token saham adalah jenis RWA dengan jangkauan paling luas, meski nilainya jauh di bawah surat utang.

Contoh yang paling dikenal adalah xStocks dari Backed Finance, perusahaan yang pada Desember 2025 sepakat diakuisisi Kraken. Setiap xStock dijamin 1:1 oleh saham atau ETF aslinya. Secara hukum, xStocks adalah tracker certificate yang diterbitkan Backed Assets (JE) Limited, bukan saham. FAQ Bybit tentang xStocks menyebut produk ini memberi eksposur ekonomi terhadap harga saham, tetapi tidak memberi hak suara, hak atas dividen, atau klaim hukum atas saham dan aset perusahaannya. Dividen juga tidak dibayarkan tunai ke pemegang token. Produk ini tidak ditawarkan kepada investor AS.

Jadi, token yang dijamin 1:1 oleh saham belum tentu menjadikan Anda pemegang saham. Hak Anda ditentukan oleh dokumen hukum produknya.

5. Properti

Properti adalah contoh yang paling sering dipakai untuk menjelaskan tokenisasi, tetapi justru salah satu kelas terkecil. RWA.xyz mencatat 104 aset properti, dengan nilai represented yang lebih besar daripada nilai distributed-nya.

Properti punya beberapa sifat yang membuatnya lebih sulit ditokenisasi. Hak atas tanah dan bangunan tercatat di instansi pertanahan masing-masing negara, bukan di blockchain. Nilainya baru diketahui lewat penilaian berkala. Pembelinya juga terbatas, sehingga token properti cenderung sulit dijual cepat. Sebagian kecil sebuah gedung memang lebih terjangkau, tetapi belum tentu mudah dicairkan.

Ringkasan Karakter Tiap Jenis RWA

Jenis RWAContoh tokenSumber nilaiAkses pada umumnyaRisiko khas
Surat utang pemerintah dan reksa dana pasar uangUSDY, BUIDLBunga surat utang jangka pendekSering terbatas untuk institusi atau investor non-AS yang lolos verifikasiRisiko penerbit, perubahan suku bunga, syarat kelayakan investor
KreditsyrupUSDCBunga pinjamanBervariasi, peminjam wajib lolos KYCGagal bayar peminjam
KomoditasXAUT, PAXGHarga emasDiperdagangkan di bursa kripto, penukaran langsung butuh verifikasiKustodian, penukaran fisik dalam satuan besar
Saham dan ETFxStocksHarga sahamInvestor non-AS di negara yang diizinkanTanpa hak pemegang saham, bergantung pada penerbit
PropertiToken propertiSewa dan nilai propertiBervariasi per platformLikuiditas rendah, valuasi, keabsahan hak

Apakah Stablecoin Termasuk RWA?

Jawabannya bergantung pada definisi yang dipakai. Secara konsep, stablecoin fiat-backed cocok dengan definisi RWA. Nilainya berasal dari uang dan aset likuid yang disimpan sebagai cadangan di luar blockchain, dan tokennya mewakili klaim atas nilai tersebut. Definisi aset ditokenisasi versi RWA.xyz pun menyebut mata uang fiat sebagai salah satu contohnya.

Dalam penyajian data, RWA.xyz memisahkan stablecoin dari RWA lain. Per 14 Oktober 2026, nilai stablecoin di platform itu sekitar 292,93 miliar Dolar AS, kira-kira tujuh setengah kali nilai seluruh RWA distributed. Kalau digabung, angka stablecoin akan menenggelamkan kelas aset lain dan menyulitkan pembacaan tren.

Lagi pula, tidak semua stablecoin cocok dengan definisi itu. Stablecoin crypto-backed dijamin aset kripto yang tersimpan di blockchain, sedangkan stablecoin algorithmic menjaga nilainya lewat mekanisme kode. Keduanya tidak bersandar pada aset dunia nyata. Perbedaan ketiganya dibahas di artikel Jenis-Jenis Stablecoin: Fiat-Backed, Crypto-Backed, dan Algorithmic.

Dari sisi hukum, stablecoin di Indonesia umumnya dikategorikan sebagai aset kripto, sehingga perlakuannya bisa berbeda dari aset yang ditokenisasi meskipun secara konsep keduanya mirip.

Di Mana Posisi IDRX dalam Peta RWA?

Contoh-contoh di artikel ini bisa dipetakan ke dua sisi. Sisi pertama adalah aset yang dibeli untuk dimiliki: surat utang, pinjaman, emas, saham, dan properti. Sisi kedua adalah alat untuk transaksi dan menerima aset-aset itu di blockchain. IDRX berada di sisi kedua.

IDRX adalah stablecoin fiat-backed yang di-peg 1:1 terhadap Rupiah dan dijamin cadangan fiat serta surat berharga pemerintah. Dokumen transparansi dan auditnya bisa dibaca di halaman dokumen IDRX. Karena nilainya dipatok ke Rupiah, fungsinya lebih dekat ke uang tunai dalam bentuk token daripada ke aset investasi seperti token surat utang atau token emas. Dalam data RWA.xyz, produk sejenis ini masuk kelompok stablecoin, bukan total RWA.

Ketika aset bernilai Rupiah, misalnya token emas atau token Surat Utang Negara yang sedang diuji di sandbox OJK, diperdagangkan di blockchain, transaksinya membutuhkan Rupiah dalam bentuk token di jaringan yang sama. Di situ stablecoin Rupiah berpotensi berperan. Penggunaan stablecoin sebagai alat transaksi di Indonesia tetap tunduk pada aturan OJK dan tidak dimaknai sebagai alat pembayaran. Untuk mengenal IDRX lebih jauh, baca Mengenal IDRX: Stablecoin Rupiah dari Indonesia.

Cara Menilai Token RWA

Artikel tentang tokenisasi sudah memberi daftar pertanyaan umum sebelum membeli token yang mengaku mewakili aset nyata. Bagian ini melengkapinya dengan tiga pertanyaan inti dan hal yang perlu dicek untuk tiap jenis RWA.

Tiga pertanyaan inti

  1. Apa yang sebenarnya Anda pegang? Contoh-contoh di atas menunjukkan bentuknya bisa berbeda: unit reksa dana (BUIDL), klaim utang terhadap penerbit (USDY), bagian atas kumpulan pinjaman (syrupUSDC), hak atas emas fisik yang disimpan kustodian (XAUT), atau tracker certificate (xStocks). Bentuk hukum menentukan apa yang bisa Anda tuntut kalau terjadi masalah.
  2. Bisakah token itu dipindahkan dan dijual? Cek apakah token termasuk distributed atau represented, apakah hanya wallet terverifikasi yang boleh memegangnya, dan seberapa ramai pasar sekundernya. Cek juga siapa yang boleh menukarkan token langsung ke penerbit, dan berapa minimumnya.
  3. Siapa yang memastikan asetnya benar-benar ada? Cari nama kustodian dan laporan dari pihak independen. Bedakan attestation dan audit. Attestation adalah pemeriksaan keberadaan aset pada satu tanggal tertentu, bukan audit menyeluruh atas laporan keuangan penerbit. Laporan yang terbit rutin lebih berarti daripada satu laporan lama.

Yang perlu dicek per jenis RWA

  • Surat utang dan reksa dana pasar uang: siapa manajer investasinya, bagaimana nilai aset bersih (NAV) dihitung, siapa yang memenuhi syarat sebagai investor, dan berapa lama proses penukarannya.
  • Kredit: siapa peminjamnya, apa jaminannya, siapa yang menanggung kerugian lebih dulu jika terjadi gagal bayar, dan bagaimana rekam jejak gagal bayarnya.
  • Komoditas: seberapa sering attestation terbit, apakah nomor seri batangan bisa dicek, dan berapa minimum penukaran ke barang fisik.
  • Saham dan ETF: apakah token memberi hak suara dan dividen, apa bentuk hukumnya, dan bagaimana harganya bergerak saat bursa saham aslinya tutup.
  • Properti: dokumen apa yang membuktikan hak atas properti, siapa yang menilai harganya dan seberapa sering, siapa yang mengelola uang sewa, dan bagaimana cara keluar jika tidak ada pembeli.

Bagi pembaca di Indonesia, label “tersedia untuk investor non-AS” tidak berarti produk itu boleh ditawarkan di Indonesia. Berdasarkan POJK 27/2024 yang diubah dengan POJK 23/2025, aset keuangan digital hanya boleh diperdagangkan melalui penyelenggara berizin OJK dan harus tercantum dalam daftar yang ditetapkan bursa. Kerangka penilaian serupa untuk stablecoin ada di artikel Risiko Stablecoin dan Cara Menilainya.

RWA di Indonesia

Aturan khusus tentang penawaran aset yang ditokenisasi di Indonesia masih disusun. Draf Rancangan Peraturan OJK tentang Penawaran Aset Keuangan Digital mendefinisikan aset ditokenisasi sebagai aset keuangan digital yang merepresentasikan aset nyata dalam bentuk digital melalui tokenisasi.

Pada awal Oktober 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyebut rancangan aturan penawaran aset ditokenisasi masih dalam proses. Menurutnya, aturan untuk tokenisasi aset nyata, stablecoin Rupiah, kustodian aset digital, dan pengelolaan dana kripto diharapkan rampung tahun ini atau awal tahun depan.

Sambil menunggu aturan itu, OJK sudah menguji sejumlah model tokenisasi lewat regulatory sandbox, termasuk tokenisasi emas, tokenisasi Surat Utang Negara melalui kontrak pengelolaan dana, dan tokenisasi manfaat kepemilikan properti. Lapisan regulasinya, dari UU Nomor 4 Tahun 2026 sampai POJK yang sudah berlaku, dibahas di bagian regulasi artikel tokenisasi. Karena aturannya masih bergerak, cocokkan informasi ini dengan sumber resmi OJK terbaru.

Kesimpulan

Real-world asset adalah aset dunia nyata, seperti surat utang, pinjaman, emas, saham, dan properti, yang haknya dicatat sebagai token di blockchain. Pasarnya sudah berjalan, tetapi belum merata. Per pertengahan Oktober 2026, nilai RWA yang beredar ke investor on-chain sekitar 39 miliar Dolar AS. Surat utang pemerintah menjadi kelas terbesar, token saham menjadi kelas dengan pemegang terbanyak, dan properti masih sangat kecil.

Dua token yang sama-sama mengaku dijamin 1:1 bisa memberi hak yang sangat berbeda: unit reksa dana, klaim utang, bagian dari kumpulan pinjaman, atau sekadar eksposur harga tanpa hak pemegang saham. Sebelum memercayai sebuah token RWA, pastikan Anda tahu apa yang Anda pegang, bagaimana cara keluar, dan siapa yang memastikan asetnya benar-benar ada.

Bagi Indonesia, aturan khusus untuk aset yang ditokenisasi sedang disiapkan OJK. Artikel berikutnya dalam seri ini membahas kenapa tokenisasi RWA penting bagi ekonomi Indonesia.

FAQ

Apa itu RWA secara singkat? RWA (real-world asset) adalah aset yang nilainya berasal dari luar blockchain, seperti surat utang, emas, saham, pinjaman, atau properti, yang hak atasnya dicatat dalam bentuk token di blockchain.

Apa bedanya RWA dan tokenisasi? Tokenisasi adalah prosesnya, sedangkan RWA adalah aset dunia nyata yang menjadi objek proses itu.

Jenis RWA apa yang paling besar saat ini? Menurut data RWA.xyz per Oktober 2026, surat utang pemerintah AS dan reksa dana pasar uang adalah kelas terbesar, sekitar 38% dari nilai RWA distributed. Dari sisi jumlah pemegang, token saham yang paling banyak.

Apakah stablecoin termasuk RWA? Secara konsep, stablecoin fiat-backed bisa dianggap RWA karena mewakili uang yang disimpan sebagai cadangan. Namun platform data seperti RWA.xyz mencatat stablecoin terpisah dari RWA lain. Stablecoin crypto-backed dan algorithmic tidak termasuk karena tidak bersandar pada aset dunia nyata.

Apakah memegang token saham sama dengan memiliki saham? Belum tentu. xStocks, misalnya, secara hukum berbentuk tracker certificate. Produk ini memberi eksposur terhadap harga saham, tetapi tidak memberi hak suara, hak atas dividen, atau klaim hukum atas saham perusahaannya.

Apa itu distributed asset dan represented asset? Distributed asset adalah token RWA yang bisa dipindahkan ke wallet di luar platform penerbit dan ditransfer antar-wallet. Represented asset adalah token yang tidak bisa dipindahkan atau ditransfer seperti itu, sehingga blockchain lebih berfungsi sebagai alat pencatatan.

Apakah token RWA bisa dibeli di Indonesia? Aset keuangan digital di Indonesia hanya boleh diperdagangkan melalui penyelenggara berizin OJK dan harus tercantum dalam daftar yang ditetapkan bursa. Aturan khusus tentang penawaran aset yang ditokenisasi masih disusun OJK, jadi cek status izin penyelenggara di situs resmi OJK sebelum bertransaksi.

Daftar Pustaka

  1. RWA.xyz. Analytics on Tokenized Real-World Assets (beranda dan halaman kelas aset U.S. Treasury Funds, Credit, Commodities, Stocks, Real Estate). Diakses 14 Oktober 2026. https://app.rwa.xyz/
  2. Choe, B. (21 November 2025). A New Framework for Tokenized Assets: Distributed & Represented. RWA.xyz Research Blog. https://app.rwa.xyz/blog/a-new-framework-for-tokenized-assets-distributed-and-represented
  3. RWA.xyz. Ondo U.S. Dollar Yield (USDY). Halaman profil aset. https://rwa.xyz/assets/USDY
  4. Ondo Finance. (3 Agustus 2023). Ondo Debuts USD Yield (USDY) for Global (Non-US) Individual and Institutional Investors. PR Newswire. https://www.aap.com.au/aapreleases/cision20230803ae74167
  5. Maple Finance. syrupUSDC, syrupUSDT, and syrupUSDG: FAQ. Dokumentasi Maple. https://docs.maple.finance/syrupusdc-usdt-usdg-for-lenders/faq
  6. The Block. (Januari 2026). Tokenized gold boom trims Tether Gold’s market share despite rising XAUT supply. https://www.theblock.co/post/387036/tokenized-gold-boom-trims-tether-gold-market-share-despite-rising-xaut-supply
  7. Blockchain.News. (2 September 2026). Tether Gold (XAU₮) Holdings Surge 9.5% in Q2 Amid Gold Price Decline. https://blockchain.news/news/tether-gold-xaut-q2-2026-growth
  8. 1inch. XAUt (Tether Gold). Halaman token, ditinjau 25 Juli 2026. https://1inch.com/tokens/ethereum/xaut
  9. The Defiant. (2025). Tether Now Owns 7.7 Tons of Gold to Back Its XAUT Token. https://thedefiant.io/news/markets/tether-now-owns-7-7-tons-of-gold-to-back-its-xaut-token
  10. Backed Assets (JE) Limited. Issuer of xStocks. https://assets.backed.fi/
  11. Bybit. FAQ: xStocks on Bybit. Pusat Bantuan Bybit. https://www.bybit.com/fr-FR/help-center/article/FAQ-xStocks-on-Bybit
  12. Kraken. (2 Desember 2025). Kraken to Acquire Backed, Accelerating xStocks Expansion and Unlocking Global Demand for Tokenized Equities. Business Wire. https://www.businesswire.com/news/home/20251202666578/en
  13. Otoritas Jasa Keuangan. Rancangan Peraturan OJK tentang Penawaran Aset Keuangan Digital (draf permintaan tanggapan tertulis). Download file disini
  14. Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Siaran Pers: OJK Terbitkan Aturan Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto (POJK 27/2024). https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/POJK-27-Tahun-2024-Penyelenggaraan-Perdagangan-Aset-Keuangan-Digital-Termasuk-Aset-Kripto-AKD-AK.aspx
  15. Otoritas Jasa Keuangan. (4 Desember 2025). Siaran Pers: OJK Terbitkan Aturan Baru Perkuat Pengaturan Perdagangan Aset Keuangan Digital dan Derivatif Kripto (POJK 23/2025). https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/POJK-23-Tahun-2025-Perubahan-POJK-27-Tahun-2024-Penyelenggaraan-Perdagangan-Aset-Keuangan-Digital-Termasuk-Aset-Kripto.aspx
  16. IQPlus via BCA Sekuritas. (6 Oktober 2026). OJK: RPOJK Penawaran Aset Ditokenisasi Masa Depan Keuangan Digital. https://bcasekuritas.co.id/latest-news/news/ojk-rpojk-penawaran-aset-ditokenisasi-masa-depan-keuangan-digital
  17. Otoritas Jasa Keuangan. (28 Juli 2026). Siaran Pers SP 145/DKPU/OJK/VII/2026: OJK Dorong Pengembangan Potensi UMKM Wilayah Timur Melalui Digitalisasi Keuangan. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-Dorong-Pengembangan-Potensi-UMKM-Wilayah-Timur-Melalui-Digitalisasi-Keuangan.aspx
  18. IDRX. Transparency and Audit Documents. https://idrx.co/en/docs/

Disclaimer

Artikel ini adalah konten edukasi dan bukan ajakan untuk berinvestasi atau bertransaksi. Aset kripto dan aset yang ditokenisasi mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan nilai. Produk yang disebut di artikel ini hanya contoh untuk menjelaskan konsep, bukan rekomendasi, dan belum tentu tersedia atau boleh ditawarkan di Indonesia. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan.

  • blockchain
  • idrx
  • rwa
  • stablecoin-rupiah