Istilah Stablecoin yang Wajib Diketahui Pemula
Anda mungkin pernah membaca berita “stablecoin X depeg” atau melihat tombol “Mint” dan “Redeem” di sebuah aplikasi, lalu bingung maksudnya apa. Wajar. Sebagian besar istilahnya berbahasa Inggris dan jarang dijelaskan oleh platform yang memakainya. Istilah stablecoin adalah kosakata yang dipakai untuk menjelaskan cara stablecoin diterbitkan, dijaga nilainya, disimpan, dan diperdagangkan. Di halaman ini setiap istilah dijelaskan dalam beberapa kalimat. Kalau Anda butuh pembahasan yang lebih dalam, ikuti tautan ke artikel Akademi IDRX yang relevan.
Kenapa Perlu Paham Istilah Stablecoin?
Salah paham satu istilah bisa membuat Anda salah menilai risiko. Contohnya begini. Seseorang membaca bahwa sebuah stablecoin “sudah diaudit”, lalu menyimpulkan cadangannya pasti aman. Padahal yang diaudit bisa saja kode programnya, sementara uang cadangannya belum tentu pernah diperiksa pihak luar.
Istilah Dasar
Stablecoin
Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dirancang tetap stabil karena dikaitkan dengan aset acuan, biasanya mata uang seperti Dolar AS atau Rupiah. Harga Bitcoin bisa berubah beberapa persen dalam sehari. Stablecoin dibuat supaya tidak begitu, lebih mirip voucher belanja yang nominalnya sudah tertera. Pembahasan lengkapnya ada di artikel Apa Itu Stablecoin?.
Peg
Peg adalah patokan nilai sebuah stablecoin terhadap aset acuannya. Stablecoin Rupiah dengan peg 1:1 berarti 1 token dirancang setara dengan Rp1. Di pasar, harganya tetap bisa bergeser tipis, misalnya ke Rp0,998 atau Rp1,002. Yang membuatnya kembali ke Rp1 adalah mekanisme penjaganya, terutama cadangan dan hak penukaran. Cara menjaga peg dibahas di artikel Cara Kerja Stablecoin Rupiah.
Fiat-Backed, Crypto-Backed, dan Algorithmic
Ketiganya membedakan stablecoin berdasarkan apa yang menjaga nilainya:
- Fiat-backed: dijamin cadangan mata uang dan aset setara kas yang disimpan penerbit.
- Crypto-backed: dijamin aset kripto lain, biasanya dengan jaminan yang nilainya lebih besar dari stablecoin yang diterbitkan (overcollateralized).
- Algorithmic: mengandalkan aturan kode dan insentif pasar untuk menjaga harga, dengan cadangan yang kecil atau tidak ada sama sekali.
Perbandingan lengkap ketiganya ada di artikel Jenis-Jenis Stablecoin.
Istilah Siklus Hidup Token
Minting
Minting adalah proses mencetak token stablecoin baru. Pada stablecoin fiat-backed, token baru dicetak setelah penerbit menerima uang dengan jumlah yang setara. Mirip membeli koin di arena permainan. Koinnya baru diberikan setelah uang Anda diterima kasir.
Burning
Burning adalah kebalikan minting, yaitu memusnahkan token secara permanen dari peredaran. Token yang di-burn dikirim ke alamat yang tidak bisa diakses siapa pun atau dihapus lewat fungsi smart contract. Burning biasanya terjadi saat pemegang token menukarnya kembali ke uang biasa, sehingga jumlah token beredar tetap sesuai dengan cadangan.
Redemption
Redemption adalah penukaran stablecoin kembali ke aset acuannya, misalnya dari token Rupiah ke Rupiah di rekening bank. Selama pemegang token yakin 1 token bisa ditukar menjadi Rp1, hampir tidak ada alasan menjualnya di bawah Rp1. Itu sebabnya hak redemption ikut menjaga peg. Syaratnya berbeda di tiap penerbit. Ada yang mewajibkan verifikasi identitas, ada batas minimum penukaran, dan waktu prosesnya juga bervariasi.
Circulating Supply
Circulating supply adalah jumlah token yang sedang beredar. Pada stablecoin fiat-backed, angka ini seharusnya tidak melebihi nilai cadangan. Anda bisa membandingkan keduanya sendiri: jumlah token beredar terlihat di blockchain, sedangkan nilai cadangan ada di laporan penerbit.
Istilah Cadangan dan Transparansi
Cadangan (Reserve)
Cadangan adalah aset yang disimpan penerbit untuk menjamin setiap token stablecoin fiat-backed yang beredar. Bentuknya bisa uang tunai di bank, deposito, atau surat berharga pemerintah berjangka pendek. Jenis aset ini penting. Uang tunai bisa langsung dibayarkan, sedangkan aset lain perlu dijual dulu. Ketika banyak orang menukarkan token sekaligus, perbedaan itu menentukan seberapa cepat penerbit bisa membayar.
Attestation vs Audit
Ini pasangan istilah yang paling sering tertukar. Keduanya melibatkan pemeriksa independen, tetapi objek yang diperiksa berbeda. Ada juga jenis audit ketiga yang sering ikut disebut, yaitu audit keamanan kode.
| Aspek | Attestation Cadangan | Audit Laporan Keuangan | Audit Keamanan Smart Contract |
|---|---|---|---|
| Yang diperiksa | Jumlah dan jenis cadangan pada tanggal tertentu | Seluruh laporan keuangan perusahaan dalam satu periode | Kode program token |
| Pemeriksa | Kantor akuntan independen | Kantor akuntan publik | Firma keamanan blockchain |
| Pertanyaan yang dijawab | Apakah cadangan sesuai dengan token beredar pada saat itu? | Apakah laporan keuangan disajikan wajar? | Apakah kode punya celah yang bisa dieksploitasi? |
| Batasannya | Hanya potret satu waktu | Cakupan luas, frekuensi biasanya tahunan | Tidak menilai cadangan sama sekali |
Kalau sebuah stablecoin mengumumkan “sudah diaudit”, cek dulu jenis auditnya dan tanggal laporannya.
Proof of Reserve
Proof of reserve adalah bukti keberadaan cadangan yang diperbarui secara berkala. Sebagian penerbit menampilkannya langsung di blockchain melalui oracle. Tujuannya sama dengan attestation, hanya saja datanya diperbarui lebih sering. Tetapi data itu tetap harus berasal dari pihak yang bisa dipercaya. Angka yang tampil on-chain hanya seakurat sumbernya.
Transparency Report
Transparency report adalah laporan berkala dari penerbit tentang jumlah token beredar, komposisi cadangan, dan hasil pemeriksaan pihak ketiga. Cara membacanya dibahas di artikel Risiko Stablecoin dan Cara Menilainya.
Depeg: Istilah yang Paling Perlu Dipahami
Apa Itu Depeg?
Depeg adalah kondisi ketika harga stablecoin di pasar lepas dari patokannya. Stablecoin Dolar yang diperdagangkan di 97 sen, atau stablecoin Rupiah yang diperdagangkan di Rp0,95, sedang mengalami depeg.
Tidak semua depeg sama parahnya. Ada depeg sesaat, ketika harga turun karena kepanikan atau lonjakan transaksi lalu kembali dalam hitungan jam atau hari. Ada juga depeg struktural, ketika harga tidak pernah kembali karena mekanisme penjaganya rusak. Penyebabnya bisa cadangan yang tidak cukup atau desain algoritma yang gagal.
Kenapa Depeg Bisa Terjadi?
Beberapa pemicu yang sering muncul:
- Pasar ragu cadangannya lengkap, atau khawatir cadangan itu tidak bisa dicairkan.
- Terjadi redemption run, yaitu banyak pemegang token menukarkan tokennya sekaligus. Situasinya mirip antrean nasabah di bank yang sedang diterpa isu.
- Likuiditasnya tipis, sehingga satu transaksi besar bisa menggeser harga cukup jauh.
- Desainnya rapuh. Stablecoin algoritmik tanpa cadangan memadai hanya bertahan selama pasar percaya. Begitu kepercayaan hilang, mekanismenya ikut runtuh.
Arbitrase sebagai Penyeimbang
Arbitrase adalah membeli aset di tempat yang lebih murah lalu menjualnya atau menukarkannya di tempat yang lebih mahal. Pada stablecoin fiat-backed, arbitrase ikut menjaga peg. Misalnya harga token turun ke Rp0,98 di pasar. Pihak yang punya akses redemption bisa membelinya, lalu menukarkannya ke penerbit senilai Rp1 dan mendapat selisih Rp0,02 per token sebelum biaya. Pembelian itu mendorong harga kembali naik. Syaratnya, redemption harus berjalan lancar dan cadangannya memang ada. Kalau salah satunya macet, arbitrase berhenti bekerja.
Dua Contoh Kasus Depeg
TerraUSD (UST), Mei 2022. UST adalah stablecoin algoritmik yang menjaga nilainya lewat token pasangannya, LUNA. Sistemnya memungkinkan 1 UST ditukar dengan LUNA senilai 1 Dolar AS. Pada awal Mei 2022, serangkaian transaksi besar di bursa terdesentralisasi membuat UST lepas dari patokannya. Pemegang UST beramai-ramai menukarkannya ke LUNA, pasokan LUNA melonjak, dan harganya jatuh hingga hampir nol. Riset staf Federal Reserve mencatat nilai UST dan LUNA sekitar 50 miliar Dolar AS jatuh hampir tanpa nilai dalam waktu sekitar satu minggu (Badev & Watsky, 2023). UST tidak pernah kembali ke patokannya.
USDC, Maret 2023. USDC adalah stablecoin fiat-backed. Saat Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat ditutup pada 10 Maret 2023, penerbit USDC mengonfirmasi 3,3 miliar Dolar AS dari cadangannya, sekitar 8% dari total cadangan, tersimpan di bank tersebut. Pasar panik, dan harga USDC sempat jatuh di bawah 90 sen pada 11 Maret. Setelah otoritas AS mengumumkan simpanan di SVB tetap bisa diakses, harga USDC kembali mendekati 1 Dolar dalam beberapa hari.
Kedua kasus ini sama-sama berawal dari hilangnya kepercayaan, tetapi hasil akhirnya jauh berbeda. USDC punya cadangan nyata, dan sebagian besar di antaranya tidak terdampak, sehingga begitu masalah di SVB selesai, harganya pulih. UST bergantung pada LUNA, token yang nilainya justru ikut jatuh bersamaan, jadi tidak ada yang menahan kejatuhannya. Kasus USDC juga menunjukkan bahwa tempat penyimpanan cadangan ikut menentukan. Cadangan yang lengkap pun bisa memicu kepanikan kalau sebagian tertahan di bank yang bermasalah.
Istilah Teknis Blockchain
On-Chain vs Off-Chain
On-chain berarti aktivitas yang tercatat langsung di blockchain dan bisa dilihat publik, misalnya transfer stablecoin antar-wallet. Off-chain berarti aktivitas di luar blockchain, misalnya transfer Rupiah antarbank atau pencatatan internal di sebuah exchange. Stablecoin fiat-backed selalu melibatkan keduanya. Tokennya ada di blockchain, sementara cadangannya tersimpan di bank atau kustodian. Karena itulah laporan cadangan dibutuhkan, sebab bagian off-chain tidak bisa Anda cek sendiri lewat blockchain.
Smart Contract
Smart contract adalah program yang berjalan di blockchain dan mengeksekusi aturan secara otomatis. Pada stablecoin, smart contract mengatur siapa yang boleh mencetak token, cara token di-burn, dan cara token berpindah. Cara kerjanya mirip mesin penjual minuman. Masukkan uang pas, minuman keluar, dan tidak ada petugas yang bisa mengubah aturannya di tengah jalan.
Wallet: Custodial vs Non-Custodial
Wallet adalah tempat menyimpan akses ke aset kripto Anda. Yang disimpan sebenarnya adalah kunci privat (private key), yaitu kode rahasia yang membuktikan kepemilikan.
| Aspek | Custodial Wallet | Non-Custodial Wallet |
|---|---|---|
| Pemegang kunci privat | Pihak ketiga (misalnya exchange) | Anda sendiri |
| Jika lupa kata sandi | Bisa dipulihkan lewat penyedia | Hilang jika frasa pemulihan (seed phrase) juga hilang |
| Kontrol atas aset | Bergantung pada penyedia | Penuh di tangan Anda |
| Cocok untuk | Pemula, transaksi di exchange | Pengguna yang siap mengelola keamanan sendiri |
Gas Fee
Gas fee adalah biaya yang dibayar untuk memproses transaksi di blockchain. Biaya ini dibayar ke jaringan, bukan ke penerbit stablecoin, dan besarnya berbeda di setiap blockchain serta tergantung kepadatan jaringan. Gas fee biasanya dibayar dengan aset kripto bawaan jaringan tersebut, sehingga Anda perlu memiliki sedikit aset itu di wallet sebelum bisa mengirim stablecoin.
Layer 1 dan Layer 2
Layer 1 adalah blockchain utama yang memproses dan mengamankan transaksinya sendiri, contohnya Ethereum dan Solana. Layer 2 adalah jaringan yang dibangun di atas layer 1 untuk membuat transaksi lebih cepat dan murah. Transaksi di layer 2 diproses terpisah, lalu ringkasannya dicatat di layer 1. Base adalah contoh layer 2 di atas Ethereum.
Satu hal yang sering membuat bingung: token di layer 2 tidak otomatis sama dengan token di layer 1. IDRX di Base adalah token di jaringan Base. Saat mengirim atau menerima, pastikan jaringan yang dipilih di wallet dan di exchange sama. Kalau berbeda, dana bisa tidak sampai.
Multi-Chain dan Bridge
Multi-chain berarti satu stablecoin tersedia di beberapa blockchain sekaligus. Bridge adalah layanan untuk memindahkan token dari satu blockchain ke blockchain lain. Bridge memang praktis, tetapi ada smart contract tambahan yang ikut terlibat, dan itu berarti ada celah tambahan yang bisa diserang. Beberapa peretasan besar di dunia kripto terjadi di bridge. Jika harus memindahkan stablecoin antar-jaringan, pakai bridge yang disediakan atau direkomendasikan penerbitnya.
Oracle
Oracle adalah layanan yang membawa data dari luar blockchain ke dalam blockchain, misalnya harga aset atau data cadangan. Smart contract tidak bisa membaca data dunia nyata sendiri, jadi ia bergantung pada oracle. Stablecoin crypto-backed sangat bergantung pada oracle harga untuk menentukan kapan jaminan harus dilikuidasi.
Istilah Pasar
CEX vs DEX
| Aspek | CEX (Centralized Exchange) | DEX (Decentralized Exchange) |
|---|---|---|
| Pengelola | Perusahaan | Smart contract |
| Akun | Perlu registrasi dan verifikasi identitas | Cukup menghubungkan wallet |
| Penyimpanan aset | Umumnya custodial | Non-custodial |
| Harga terbentuk dari | Buku pesanan (order book) | Umumnya kumpulan likuiditas (liquidity pool) |
Trading Pair
Trading pair adalah pasangan dua aset yang bisa saling ditukar di sebuah exchange, misalnya stablecoin Rupiah dengan stablecoin Dolar. Kalau pair yang Anda butuhkan tidak tersedia, Anda harus menukar dua kali lewat aset perantara, dan setiap penukaran ada biayanya.
Likuiditas dan Slippage
Likuiditas menggambarkan seberapa mudah sebuah aset dibeli atau dijual tanpa menggeser harganya terlalu jauh. Slippage adalah selisih antara harga yang Anda harapkan dengan harga yang akhirnya Anda dapatkan. Contohnya, Anda ingin menukar stablecoin senilai Rp50 juta di pool yang isinya hanya beberapa ratus juta. Transaksi sebesar itu bisa menggeser harga, sehingga Anda menerima sedikit lebih sedikit dari perkiraan. Di pasar yang tipis, pergeseran seperti ini juga yang sering terlihat sebagai depeg kecil.
Istilah-Istilah Ini di IDRX
IDRX adalah stablecoin berbasis Rupiah yang di-peg 1:1 terhadap Rupiah dan dijamin cadangan fiat serta surat berharga pemerintah. Pengguna perorangan bisa melakukan minting langsung di home.idrx.co. Caranya, Anda membayar Rupiah, lalu IDRX dikirim ke alamat wallet dan jaringan yang Anda pilih. Redemption berjalan sebaliknya: IDRX di-burn melalui platform, lalu Rupiah dikirim ke rekening Anda. Dokumentasi IDRX mengingatkan bahwa token yang di-burn di luar platform resmi akan hilang permanen, jadi penukaran kembali ke Rupiah sebaiknya hanya lewat jalur resmi.
Untuk transparansi, IDRX memublikasikan dokumen transparansi dan audit di halaman dokumen IDRX. Smart contract IDRX juga sudah menjalani security assessment oleh CertiK. Sesuai tabel di bagian cadangan, dua dokumen ini menjawab pertanyaan yang berbeda, jadi ada baiknya Anda membaca keduanya.
IDRX juga tersedia di beberapa blockchain, salah satunya Base, jaringan layer 2 yang dibangun di atas Ethereum. Daftar jaringan dan alamat kontrak resminya ada di docs.idrx.co. Cocokkan alamat kontrak sebelum bertransaksi, karena token palsu dengan nama serupa bisa dibuat siapa saja.
Kesimpulan
Sebagian besar istilah di halaman ini menjawab satu dari dua pertanyaan: bagaimana nilai stablecoin dijaga, dan bagaimana token itu berpindah tangan. Minting, burning, redemption, cadangan, dan attestation masuk ke pertanyaan pertama. Wallet, gas fee, bridge, DEX, dan likuiditas masuk ke pertanyaan kedua. Depeg bisa berawal dari masalah di keduanya, entah cadangan yang diragukan atau pasar yang terlalu tipis.
Kalau lain kali Anda membaca berita tentang stablecoin yang depeg, coba cek jenis stablecoin-nya, di mana cadangannya disimpan, dan kapan terakhir kali cadangan itu diperiksa. Tiga hal itu biasanya sudah cukup untuk menilai apakah masalahnya sementara atau serius. Artikel berikutnya dalam seri ini, IDRX: Cara Kerja dan Cara Mengaksesnya, membahas bagaimana konsep-konsep ini diterapkan di IDRX.
FAQ
Apa itu depeg pada stablecoin? Depeg adalah kondisi ketika harga pasar stablecoin lepas dari patokannya, misalnya stablecoin Rupiah diperdagangkan di bawah Rp1. Depeg bisa bersifat sesaat atau struktural.
Apa beda minting dan burning? Minting adalah mencetak token baru ketika dana masuk ke penerbit. Burning adalah memusnahkan token ketika token ditukar kembali ke uang biasa. Keduanya menjaga jumlah token beredar tetap sesuai dengan cadangan.
Apakah audit CertiK berarti cadangan stablecoin aman? Tidak. Audit atau security assessment CertiK memeriksa keamanan kode smart contract. Keberadaan dan kecukupan cadangan diperiksa lewat attestation atau laporan transparansi yang terpisah.
Apa beda attestation dan audit? Attestation cadangan memeriksa jumlah cadangan pada satu tanggal tertentu. Audit laporan keuangan memeriksa seluruh laporan keuangan perusahaan dalam satu periode dengan cakupan yang lebih luas.
Apakah stablecoin yang pernah depeg bisa kembali ke patokannya? Bisa, jika penyebabnya sementara dan cadangannya memadai, seperti USDC pada Maret 2023. Jika mekanisme penjaganya rusak, seperti UST pada Mei 2022, harga bisa tidak pernah kembali.
Apa itu redemption stablecoin? Redemption adalah penukaran stablecoin kembali ke aset acuannya, misalnya dari token Rupiah ke Rupiah di rekening bank, melalui penerbit atau platform resminya.
Daftar Pustaka
- Badev, A., & Watsky, C. (2023). Interconnected DeFi: Ripple Effects from the Terra Collapse. Finance and Economics Discussion Series 2023-044. Board of Governors of the Federal Reserve System. https://www.federalreserve.gov/econres/feds/files/2023044pap.pdf
- Circle. (12 Maret 2023). $3.3 Billion of USDC Reserve Risk Removed, Dollar De-peg Closes. https://www.circle.com/pressroom/3-3-billion-of-usdc-reserve-risk-removed-dollar-de-peg-closes
- CNBC. (13 Maret 2023). Stablecoin USDC nearly regains $1 peg after Circle says $3.3 billion SVB deposit is available. https://www.cnbc.com/2023/03/13/usdc-nearly-regains-1-peg-after-circle-says-svb-deposit-is-available.html
- IDRX. Mint IDRX. Dokumentasi IDRX. https://docs.idrx.co/services/mint-idrx
- IDRX. Redeem IDR. Dokumentasi IDRX. https://docs.idrx.co/services/redeem-idr
- IDRX. Supported Chain and Contract Address. Dokumentasi IDRX. https://docs.idrx.co/introduction/supported-chain-and-contract-address
- IDRX. Transparency and Audit Documents. https://idrx.co/en/docs/
- CertiK. Security Assessment IDRX. https://idrx.co/docs/security-assesment-idrx.pdf
Disclaimer
Artikel ini adalah konten edukasi dan bukan ajakan untuk berinvestasi atau bertransaksi. Aset kripto, termasuk stablecoin, mengandung risiko. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan.
- idrx
- istilahstablecoin
- stablecoin
- stablecointerms